Earth

Pelatihan dan Sertifikasi Instruktur Junior K3

Salah satu bekal penting yang perlu dimiliki pencari kerja adalah sertifikasi kompetensi. Kepemilikian sertifikat kompetensi menunjukkan bahwa seseorang memiliki keterampilan tertentu dan keterampilan tersebut telah diuji serta diakui oleh Lembaga yang berwenang.

Dengan kerangka pemikiran tersebut Jurusan Ilmu Hubungan Internasional menyelenggarakan pelatihan Instruktur Junior K3, diikuti uji kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada hari berikutnya. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 9-10 Oktober 2023, selanjutnya uji kompetensi dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2023.

Sebanyak 29 mahasiswa mengikuti pelatihan dan sertifikasi tersebut. Mereka adalah mahasiswa yang sedang mengerjakan Tugas Akhir (sudah selesai matakuliah toeri) atau mahasiswa yang sudah lulus ujian pendadaran skripsi tetapi belum wisuda. Dengan demikian mereka telah memenuhi kriteria pendidikan minimal setara D3.

Pelatihan dan sertifikasi dilaksanakan melalui kerjasama dengan LSP Pelatinas, Jakarta. Kegiatan serupa pernah dilakukan pada tahun 2022. Dengan demikian kali ini merupakan kegiatan kerjasama yang kedua.

Materi pelatihan meliputi: menyusun program pelatihan, merencanakan penyajian materi pelatihan, keterampilan dasar komunikasi, melakukan presentasi, melaksanakan pelatihan tatap muka, menerapkan prinsip kesehatan kerja untuk mengendalikan risiko K3, menyusun dokumen, mengelola bahan pelatihan, dan mengelola peralatan pelatihan. Materi terakhir berupa praktek micro teaching tatap muka yang merupakan rangkuman dari materi-materi yang disampaikan melalui ceramah.

Selama dan sesudah pelaksanaan pelatihan para peserta secara acak dan informal diminta menyampaikan umpan-balik. Pada umumnya mereka merasa senang mengikuti kegiatan tersebut. Hal itu sejalan dengan kenyataan banyaknya mahasiswa yang berminat mengikuti pelatihan tetapi terpaksa ditolak karena kuota sebanyak 30 telah terpenuhi. Sangat disayangkan bahwa pada akhirnya ada satu peserta yang tidak bisa mengikuti pelatihan karena sakit, sehingga jumlah peserta menjadi 29 orang.

Terkait materi pelatihan, mereka menyatakan bahwa materinya sangat bermanfaat. Mereka merasa mendapat tambahan keterampilan teknis sebagai penguat ketermpilan yang pernah diperoleh dalam matakuliah yang pernah ditempuh. Salah satunya adalah keterampilan berbicara di depan audien yang sudah mereka peroleh dalam mata kuliah Public Speaking. Selain itu, dalam banyak matakuliah terdapat penugasan yang harus dipresentasikan di kelas, yang dengan demikian mereka telah memiliki pengalaman melakukan presentasi.

Keterampilan lain yang sudah mereka miliki adalah keterampilan dasar pengoperasian computer. Para mahasiswa bukan hanya bisa mengoperasikan computer. Mereka telah sangat mahir mamanfaatkan setiap fitur yang tersedia dalam laptop.

Share