Earth

Riset lapangan untuk Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi KemenristekDikti “Diplomasi Perbatasan Dalam Mengelola Kawasan Perbatasan: Studi Kasus Tanjung Datu”

Meskipun Penelitian Dosen merupakan bagian dari Tridharma yang wajib dilakukan oleh Dosen, namun penelitian di  Perguruan Tinggi bermanfaat untuk diarahkan dalam mengembangkan Ilmu pengetahuan dan Teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa. Untuk itu sudah sewajarnya semua dosen aktif dan berpartisipasi mengadakan penelitian.

Beberapa dosen dari jurusan Hubungan Internasional FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta yang terdiri dari Dr. Iva Rachmawati, Dr. Machya Astuti Dewi, dan Fauzan S.IP.,M.Si bahkan rela melakukan riset lapangan sampai ke wilayah perbatasan sengketa di daerah Sambas, Kalimantan Barat pada tanggal 25 Maret 2019 untuk Melakukan riset lapangan dan wawancara kepada sejumlah narasumber untuk memperoleh data terkait dengan pengetahuan responden mengenai kawasan perbatasan, sengketa perbatasan dan pengeleloaan kawasan perbatasan di Sambas, Kalimantan Barat. Hal ini menjadi sumber data bagi peneliti untuk memahami praktek diplomasi perbatasan yang dilakukan oleh negara maupun aktor non negara.  Hasil Temuan sementara dari hasil riset Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi KemenristekDikti ini menunjukkan bahwa telah terjadi gap antara negara dan aktor non negara dalam memahami perbatasan dan pengelolaan kawasan perbatasan. Sementara subnational actor yang selama ini belum menjadi bagian dari praktek diplomasi perbatasan sesungguhnya memiliki peran signifikan atas praktek pengelolaan relasi antar negara di perbatasan. Riset ini diharapkan akan menjadi roadmap penelitian bagi penyelesaian masalah perbatasan di wilayah Indonesia.

Bagikan