Yogyakarta – Dosen Program Studi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Yogyakarta, Fauzan, menjadi narasumber dalam kegiatan Konsinyering Rancangan Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang Pemeriksaan Keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi pada 19–21 Mei 2026 di Grand Mercure Kemayoran.
Keterlibatan Dr. Fauzan, M.Si. dalam forum strategis nasional ini menjadi bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung penguatan kebijakan publik dan tata kelola perbatasan Indonesia di era digital.
Dalam forum tersebut, Dr. Fauzan, M.Si. membawakan materi bertajuk “Beyond Borders: Transformasi Tata Kelola Pemeriksaan Keimigrasian Indonesia di Kawasan Perbatasan: Dari Border Checking menuju Smart, Integrated, and Risk-Based Border Governance.” Materi ini menyoroti transformasi tata kelola pemeriksaan keimigrasian Indonesia yang kini bergerak menuju sistem yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis risiko.
Paparan tersebut menekankan bahwa kawasan perbatasan tidak lagi dipahami sekadar sebagai garis batas negara, tetapi juga sebagai ruang strategis yang berkaitan dengan keamanan, pelayanan publik, mobilitas manusia, pertukaran data, hingga pengelolaan ancaman lintas negara.
Selain itu, Dr. Fauzan, M.Si. juga menyoroti pentingnya penguatan smart border governance melalui integrasi teknologi, interoperabilitas data antarinstansi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI-assisted profiling), hingga pengembangan sistem pemeriksaan berbasis data dan analisis risiko.
Kegiatan konsinyering ini merupakan bagian dari proses penyusunan regulasi baru terkait pemeriksaan keimigrasian yang lebih adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis global serta tantangan keamanan perbatasan Indonesia di masa depan.
Melalui keterlibatan dalam forum nasional ini, Program Studi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Yogyakarta kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan kajian strategis, keamanan, dan kebijakan publik di tingkat nasional.