Bagi Mahasiswa Hubungan Internasional, Model United Nations atau MUN sudah menjadi sesuatu hal yang cukup familiar di telinga mereka. Ajang ini merupakan sebuah konferensi simulasi sidang PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) yang seringkali diselenggarakan oleh banyak universitas di dalam maupun luar negeri, baik berskala nasional maupun internasional. Tujuan dari diselenggarakannya MUN ini adalah untuk mengasah kemampuan diplomasi mahasiswa yang di dalamnya mencakup kemampuan berbahasa asing (Inggris), kemampuan verbal dalam hal public speaking, kemampuan menganalisa suatu kasus, serta melatih mahasiswa untuk mau tahu mengenai isu-isu internasional serta solusi yang dapat mereka tawarkan, serta mempertajam kemampuan mahasiswa dalam bernegosiasi untuk mencapai sebuah resolusi.
Dalam simulasi sidang PBB ini, mahasiswa dari seluruh dunia yang ikut serta sebagai peserta disebut dengan delegasi. Para delegasi tersebut nantinya akan mewakili negara-negara tertentu dan seolah-seolah menjabat sebagai salah satu staf council atau dewan PBB. Selama acara berlangsung, delegasi akan diberikan sebuah isu internasional dan bersama-sama bertukar pikiran mengenai bagaimana isu tersebut akan diselesaikan dengan baik. Tak hanya pengalaman bertukar pikiran, delegasi juga berkompetisi baik dalam tim maupun individu untuk mendapat awards atau penghargaan-penghargaan tertentu dalam sidang MUN tersebut, salah satu penghargaan yang dapat diperebutkan delegasi adalah diplomacy awards atau penghargaan diplomasi yang akan diberikan kepada delegasi dengan kemampuan berdiplomasi terbaik.
Berperan menjadi seorang diplomat dalam konferensi ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa khususnya mahasiswa Hubungan Internasional, tidak hanya melatih berpikir secara kritis tetapi juga akan menambah wawasan, pengalaman dan relasi bagi mereka, maka meskipun kegiatan ini memerlukan biaya yang cukup besar namun masih banyak mahasiswa yang ingin ikut dalam ajang konferensi tersebut. Termasuk mahasiswa HI UPN ” Veteran Yogyakarta, Lima Mahasiswa HI FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta, yang terdiri dari Elpradipta Prisca Iman U, Al Faiz Alif Yudhistira, Bilfach Rachma Nur Effendi, Putu Diah Cessa Pradnyani, Natashya Ira Kusuma Putri turut berpartisipasi dan mengikuti London International MUN yang diadakan di King’s College London, pada tanggal 21-23 Februari 2020. Mereka menjadi perwakilan dari Chamber African Union, Chamber UN Women, Chamber UNCSA (United Nations Commission of Superhuman Activities), dan Chamber SOCHUM (Social, Humanitarian and Cultural Committee) yang mengangkat isu-isu di bidang kemanusiaan. Acara ini menjadi kegiatan yang menambah pengalaman mereka karena banyak bertemu perwakilan dari negara lain yang menginspirasi mereka serta memahami perkembangan isu global terkini dan dapat berkontribusi secara nyata untuk memberi solusi cerdas atas isu-isu yang diangkat dalam konferensi tersebut dan tentunya menambah kompetensi pembelajaran mereka di bidang Diplomasi dan Negosiasi.