Untuk pelaksanaan Re-Akreditrasi Jurusan, sangat diperlukan pengumpulan data daya saing Lulusan yang mencakup aspek: organisasi, metodologi, instrumen, penilaian, evaluasi, dan pemanfaatan hasil studi melalui pelaksanaan tracer study. Data daya saing Lulusan ini termaktub dalam aturan poin ke 9 persiapan re-akreditasi tentang luaran dan capaian Tridharma. Untuk itu Jurusan Hubungan Internasional pada hari rabu, tanggal 7 oktober 2020 mengadakan workshop tracer study bertempat di ruang rapat jurusan yang dihadiri oleh seluruh dosen Hubungan Internasional baik secara langsung tatap muka di tempat dan sebagian lagi menghadiri melalui aplikasi zoom meeting.
Kegiatan workshop ini dilakukan dengan sharing ilmu dengan dua orang narasumber yaitu ibu Theresia Gunawan (Wakil Dekan II FISIP Universitas Parhayangan) dan Bapak Marcellus Hernowo (wakil Redaktur Pelaksana Kompas). Dalam sesi sharing ilmu dengan bu Theresia, dia menjelaskan bahwa sangat penting sebuah proses pendekatan secara cognitive kepada para alumni untuk memulai tracer study. Sangat diperlukan tim khusus yang mengelola berjalannya tracer study, dan memerlukan report per tahun yang dibukukan dan memuat data capaian lulusan apakah sudah sesuai pekerjaan yang didapatkannya dengan program kompetensi pendidikan yang dimiliki. Hal tersebut untuk menilai efektivitas dan produktivitas pendidikan serta evaluasi kurikulum pendidikan.
Sedangkan sesi berikut dengan Bapak Marcellus Hernowo, lebih kepada sharing pengalaman tentang kinerja alumni HI UPN “Veteran” Yogyakarta yaitu Anthony Lee yang sekarang sedang menjadi rising star sebagai seorang jurnalis dan bagian dari media Kompas. Yang dinilai sangat berkompeten di bidangnya dan keberhasilannya juga dapat dinilai dari proses pendidikan yang telah ditempuh selama berkuliah di jurusan HI UPN”Veteran” Yogyakarta. Hal tersebut menjadi poin penting dalam mengevaluasi kinerja lulusan yang mencakup tempat lulusan dan kepuasan pengguna lulusan.
Inti dari workshop ini lebih kepada bagaimana perlunya sebuah team yang solid untuk menunjang keberhasilan dalam melaksanakan proses Tracer Study, dan mampu mengelola Emotional Qoutient atau kecerdasan emosional dan memahami perubahan era yang sekarang lebih terdigitalisasi dalam melakukan segala hal termasuk pengumpulan dan pelaporan data yang berkaitan dengan kegiatan Tracer Study.