Yogyakarta, 27 September 2026 — Minat Karunya Saka Listianto pada penelitian tumbuh dari kebiasaannya membaca literatur akademik dan mengikuti konferensi ilmiah. Selama menjadi mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UPN “Veteran” Yogyakarta, ia mengembangkan minat tersebut melalui penelitian bersama dosen, pekerjaan sebagai asisten peneliti, dan penulisan artikel ilmiah.
Saka memulai publikasinya di jurnal terindeks Sinta, kemudian berhasil menerbitkan artikel di jurnal internasional terindeks Scopus Q3 dan Q4. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah menulis artikel sebagai penulis tunggal. Artikel itu ia ajukan saat semester lima dan baru terbit pada semester tujuh, setelah melalui proses penelaahan hampir satu tahun.
“Menulis artikel sebagai single author menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Prosesnya cukup panjang karena harus melalui review hampir satu tahun. Dari situ saya belajar bahwa publikasi membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan kemauan untuk terus memperbaiki tulisan,” ujar Saka, sebagaimana dikutip dalam pemberitaan FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta.
Pengalaman riset tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademiknya. Melalui konversi karya ilmiah, Saka menyelesaikan studi tanpa skripsi konvensional dalam waktu 3 tahun 10 bulan. Ia lulus dengan IPK 3,82 dan predikat pujian (cum laude), serta meraih penghargaan Lulusan Terbaik I UPN “Veteran” Yogyakarta pada wisuda periode ke-1 tahun akademik 2026/2027.
Di luar kegiatan penelitian, Saka aktif di UKM Pramuka dan pernah menjadi Editor in Chief Jurnal Pena Wimaya, jurnal yang dikelola mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Ia juga terlibat dalam kolaborasi penulisan buku tentang paradiplomasi yang menghasilkan hak kekayaan intelektual (HaKI). Atas konsistensinya berkarya, Saka menerima anugerah Karya Cendekia dari UPN “Veteran” Yogyakarta.
Bagi mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, perjalanan Saka menunjukkan bahwa kemampuan meneliti berkembang melalui proses: membaca, mencoba menulis, menerima masukan, lalu memperbaiki karya. Saka sendiri mengajak mahasiswa untuk berani menjajal kegiatan baru, termasuk penelitian dan publikasi, sambil tetap menjaga prioritas akademik.
Setelah lulus, Saka berencana memasuki dunia kerja dan mempersiapkan studi pascasarjana. Pengalaman yang ia bangun selama kuliah menjadi bekal untuk melangkah ke keduanya.